By: M. Supawi
Sesungguhnya yang memakmurkan Masjid Allah hanyalah orang - orang yang beriman kepada Allah
dan hari kemudian , serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada pun
kecuali kepada Allah . maka mudah - mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk'''
(TAubah :18)
Mesjid Nabawi menjadai saksi bisu bagi sejrah kemajuan kecemerlangan Ummat Islam. ketika itu, tiada satupun permasalahan dunia yang terpecahkan selain di mesjid , mesjid sebagai pusat imformasi perkembangan Islam, Di mesjid Rasul menysun konsep Dakwah dan strategi Marketing Planning Islam dalam prospek Ilahiah, semuanya terhimpun di rumah Allah ini.
Pergerakan Rasul menyusupi di berbagai lini multidimensional kehidupan, sebagai seorang pemimpin negara beliau meletakkan pondasi Islam sebagai sebuah kedaulatan tuhan yang mutlak. sebagai seorang Guru, rasul - melalui masjid mengajarkan kepada para sahabatnya dengan Ilmu dan Hikmah sehingga masjid aadalah salah satu pusat kajian ke ilmuwan,
sebagai seorang Interpreneurship yang juga ekonom, dengan penerapan ekonomi berbasis zakat, rasul dengan sangat sukses melahirkan konsep inovatif dalam pemerataan taraf kehidupan rakyat.
dalam penerapan konsp zakat ini distribusi kesejahteraan rakyat terwujudkan sehingga meminimalisir kesenjangan sosial terhadap stratifikasi sosial antara kaum menngah ke atas dan ke bawah, smua itu telah dirumuskan di mesjid.
peningkatan ekonomi pada saat itu mulai perlahan - lahan tumbuh dan berkembang.
kita ketahui bersma - sama pada awal kelahiran Rasulullah bangsa Arab pada saat itu tergerus oleh kondisi peperangan antar suku yang berkepanjangan sehingga pertumbuhan Ekonomi semakin suram, pada zaman jahiliyah, secara deografis potensi Ekonomi Masyarakat Arab bukan terletak pada Sumber Daya Alam (hasil pertanian, perkembunan dan pertambang dan lain-lain) melainkan melalui sektor perdagangan, sehingga kafilah - kafilah Arab melakukan perjalanan jauh diluar jazirah Arab.namun pada saat itu manajemen ekonomi perdagangan bangsa arab carut marut sehingga di sebutlah masyarakat jahiliyah pada masa itu, yang miskin diperbudak, perbukan meraja lela sehingga mengebiri kebebasan seseorang, pedagang yang gemar mengurangi Timbangan,
ketika Nabi Muhammad SAW telah hijrah ke Madinah, di sana ada seseorang yang bernama Abu Juhainah yang mempunyai dua alat timbangan untuk membeli dan menjual, yang untuk membeli menguntungkan dirinya, dan untuk menjual merugikan pembelinya, sehingga turunlah ayatini
Neraka Waiyl bagi orang-orang yang curang dalam jual beli, yaitu orang-orang yang bila menerima dari orang lain, meminta penuh ukuran timbangan. Dan apabila ia menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah mereka merasa (mengira) bahwa mereka kelak akan dibangkitkan pada hari yang sangat hebat (besar) yaitu pada hari ketika manusia menghadap pada Tuhan semesta alam” (Q.S. Al-Mutaffifin 1-6).
semuanya itu di bangun melalui masijd. namun ironis hari ini mesjid secara nyata memang telah di tinggal pergi oleh ummatnya, masjid hari ini telah kehilangan para jamaahnya, sepi dari rutinitas ibadah mahdah maupun ghairu mahdah. mesjid bagi kaum - kaum tertentu haya di persepsi sebagai tempat beribadah semata - mata kepada alllah dengan melakukan sholat , dzikir, mengaji dan tidak untuk yang selain itu.
kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan ummat yang telah meninggalkan mesjid tersebut. manajemnt Kemakmuran masjid yang perlu di revitalisasi ulang. minset parsial yang menjadi kan mesjid hanya berfungsi sebagai tempat ibadah sholat an keperluan - keperluan ilahiah lainnya yang harus di kaji ulang. kita bisa membangun perkembangan perekonomian ummat hari ini yang semakin terpuruk melalui masjid. kita bisa menyusun konsep ekonomi yang syariah, membangun usaha bersama yang berprinsip Islami membela kaum mus tadh affin, dengan menerapkan konsep dzakat secara konsisten dan transparan. kita bisa membangun pendidikan berbasis mesjid. berbassis mesjid disini dalam artian teritorial, konspsional dan strategis. teritorial berarti memamfaatkan lahan - lahan di sekitar mesjid untuk membangun pusat-pusat lembaga - lembaga serta kajian Islam dan umum, mendirikan sebuah badan Usaha apapun itu bentuknya di sekitar mesjid dsb.konsepsional dalam artian menjadikan mesjid sebagai pusat diskursus - diskursus keummatan, kebangsaan tentang perekonomian maupun pendidikan dan kebudayaan. Strategis dalam artian menjdaikan masjid sebagai tempat menysun konsep perubahan sosial yang dimulai bhkan dari diri sendiri dan hal yang terkecil.
kita memiliki peluang untuk bangkit dari segala dimensi hidup ini jika mesjid yang kita punya kita persepsikan mejadi sebuah wadah beribadah secara universal kepada Allah Tuhan Azza Wajlla. bukan kah Islam ini hadir sebgai Rahmat dari sekalian Alam???
Bisa anda bayangkan jika manajement kemakmuran mesijd di seluruh Indonesia Menerapkan konsep seperti ini, maka saya sangat optimis dan yakin...Kebangkitan Islam Akan di mulai dari negeri pertiwi ini.
Yakusa...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar